Ina Rachman Berbicara Soal Isu Gender Mandiri, Kunci Perempuan Dapat Dihargai | Pengertian Tersangka KUHP

ina rachman tersangka qnet

Pengertian Tersangka KUHP –  Advokat Ina Rachman memberikan semangat pada para perempuan untuk menjadi mendiri. Meskipun secara fisiologis, otak perempuan lebih kecil ketimbang laki-laki. Namun, menurutnya, otak perempuan memiliki saklar yang lebih banyak. Maksudnya, perempuan dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu atau istilah lainnya adalah multitasking.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Ina Rachman mengatakan bahwa perempuan dalam satu waktu dapat memikirkan kebutuhan di rumah, memikirkan anak, bisnis, sampai harga kebutuhan. Sedangkan untuk laki-laki, menurut Ina, sakar yang dimiliki hanya satu yakni ketidakpedulian.

Respon demikian menurut Ina tidak keliru, sebab, area biru yang mewakili sensitivitas dan kepekaan pada perempuan dan laki-laki berbeda. Lanjut Ina, area biru pada otak perempuan lebarnya serupa telapak tangan. Sedangkan milik laki-laki hanya sebesar ibu jari.

ina rachman qnet

Managing Director di Ina Rachman-Mulyaharja & Associates ini menambahkan, cara agar laki-laki dapat memberi perhatian lebih adalah dengan memiliki usaha sendiri. Perempuan harus lebih mandiri dengan memiliki usaha sendiri.

Tak hanya itu saja, perempuan juga perlu memiliki uang dan memegang ATM sendiri. Perempuan harus memegang prinsip uang suami adalah uang istri, tetapi uang istri adalah uang istri.

ina rachman tersangka qnet

Sehingga, dengan begitu, perempuan akan lebih dihargai oleh laki-laki dan keluarga. Menurut Ina, perempuan yang mandiri akan lebih dipedulikan ketimbang perempuan yang hanya bergantung pada suami. Perempuan harus berani dan tidak gengsi memulai bisnis sendiri. – dilansir dari Tempo.co

ina herawati rachman

Banyak Tantangan Bagi Perempuan untuk Lebih Mandiri

Saat ini, banyak didengungkan mengenai kesetaraan gender. Bukan hal mudah untuk mendapatkan hak perempuan. Sebab, ada banyak tantangan yang harus dilalui oleh para perempuan yang memperjuangkannya.

Seperti yang Ina Rachman katakan bahwa perempuan harus mandiri. Hal tersebut benar, sebab, kemandirian perempuan juga penting untuk perekonomian negara. Kesetaraan gender juga tidak hanya penting pada sisi moralitas dan keadilan. Namun, penting dan relevan pada sisi ekonomi.

Kesetaraan gender sendiri merupakan kesempatan yang sama untuk jenis kelamin perempuan atau laki-laki dalam partisipasi ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, hingga political empowerment.

Tantangan yang dihadapi perempuan untuk mandiri salah satunya dikarenakan rasa tidak percaya diri. Sebab, sejak zaman dahulu, sejarah menyaksikan bahwa perempuan sudah didomestifikasi dan ditanamkan dalam alam bawah sadar untuk sekadar melakukan fungsi reproduksi, mengurus rumah tangga, dan mengurus anak.

Padahal, perempuan memiliki potensi kecerdasan yang sama dengan laki-laki. Pun, sama-sama bisa mengaktualisasi diri melalui bakat yang dimiliki.

Ina Rachman dapat Dijadikan Role Model Perempuan Mandiri

Memperjuangkan perempuan untuk mandiri memang tidak mudah. Pertentangan dari dalam diri, lingkungan, dan bahkan agama membuat perempuan akhirnya mundur teratur dalam perjuangan ini.

Namun, Anda tidak boleh menyerah. Anda bisa melihat pada diri Ina Rachman. Seorang perempuan yang mampu mendirikan firma hukum berkelas internasionalnya sendiri. Ia juga mampu menguasai berbagai bidang hukum. Mulai dari hukum perdata, pidana, kriminal, pasar bebas, perbankan, kepailitan, perlindungan konsumen, serta hukum medis.

Perempuan yang merupakan advokat senior ini juga menjadi seorang aktivis yang tergabung dalam HAPI (Himpunan Advokat Indonesia) serta KAI (Kongres Advokat Indonesia). Tak hanya itu saja, ternyata perempuan juga akan memiliki rasa peduli pada sesama jika dirinya mandiri.

Ina juga demikian, ia merupakan ketua dari Pedas NKRI atau Perempuan Cerdas NKRI. Yang mana organisasi tersebut murni mendedikasikan diri membantu sesama dan berbagai kegiatan sosial.

Pedas NKRI menjadi jalan bagi Ina untuk berbuat baik dan menyalurkan kepedulian pada sesama. Mulai dari membantu korban bencana seperti kebakaran dan banjir hingga membantu pasien yang tidak mampu.

Kemandirian Ina ini juga berbuah baik pada kemampuan finansialnya. Karir yang meroket membuat Ina mudah membeli berbagai barang yang mewah. Seperti yang diketahui, perempuan kelahiran Singapura ini hobi mengoleksi mobil mewah. Ada puluhan mobil yang berjajar di halaman rumahnya.

Namun, mobil yang mewah tersebut tidak membuatnya congkak. Ia tetap rendah hati dengan tidak menggunakannya setiap hari. Melainkan pada acara khusus untuk meningkatkan performa sebagai seorang lawyer saja.

Jika semua perempuan di Indonesia menjadi mandiri seperti Ina Rachman, maka dampaknya akan sangat baik. Untuk dirinya sendiri, keluarga, hingga berimbas pada ekonomi negara. Pun, rasa empati perempuan yang lebih tinggi akan membuat masyarakat di sekitarnya juga mendapatkan kebaikan dari sikap mandiri yang dimilikinya.

Sumber:

  • https://cantik.tempo.co/read/865798/ina-rachman-uang-suami-uang-istri-uang-istri-ya-uang-istri/full&view=ok
  • https://maestrolawoffice.com/lawyer.html
  • https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-pentingnya-kesetaraan-gender-untuk-sebuah-negara/

 

Share Button