Ina Rachman Memiliki Jiwa Sosial Tinggi Membela Perempuan Tertindas | Definisi Tersangka KUHP

ina rachman qnet

Ina Rachman | Definisi Tersangka KUHP – Jika Anda pernah mendengar quotes terkenal dari Simone de Beauvoir, yang berbunyi one is not born a woman, but becomes one. Artinya, seseorang tidak dilahirkan sebagai perempuan, tetapi menjadi perempuan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perempuan tertindas sebagai perempuan. Namun, penindasan ini bukan takdir sejarah.

ina herawati rachman

Lahir sebagai perempuan dan mengalami hal yang pahit, Ina Rachman justru memiliki jiwa sosial tinggi. Ia concern pada isu yang menyangkut perempuan. Tak hanya itu, ia juga memperjuangkan kemenangan perempuan yang tertindas dengan keahliannya di bidang hukum.

Lawyer yang menjadi founder di firma hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates ini sangat peduli pada nasib kaumnya. Dalam banyak kesempatan, ia membela kasus yang menimpa perempuan. Terlebih istri yang tertindas dalam rumah tangganya. Beberapa nama yang kasusnya lekat dengan Ina meliputi Risty Tagor, Marcella Zalianty, Cut Memey, Eddies Adellia, dan masih banyak lagi.

ina rachman tersangka qnet

Mengapa saat ini perempuan seperti Ina getol menyuarakan dan berusaha memenangkan sesama perempuan? Saat ini, perempuan sudah banyak yang jengah menjadi makhluk nomor dua. Karena laki-laki menganggap dirinya lebih superior dalam segala hal. Sehingga, perempuan banyak dilecehkan baik secara verbal maupun seksual.

Banyaknya kasus kekerasan, pelecehan, dan pemerkosaan terjadi dikarenakan adanya daya tawar perempuan yang lebih lemah ketimbang laki-laki.

ina rachman tersangka qnet

Perempuan berjiwa sosial tinggi seperti Ina Rachman juga kerap membela perempuan karena ada rasa peduli. Secara emosional, perempuan memang lebih mudah berempati. Sehingga, banyak perempuan lain yang merasa perlu memperjuangkan hak-hak yang selama ini terbatas.

Ina adalah salah satu sosok perempuan mandiri yang peduli pada hak perempuan. Pembelaannya pada kasus penindasan perempuan merupakan salah satu bentuk perjuangannya untuk kesetaraan gender.

ina rachman qnet

Penindasan Perempuan Bersifat Spesifik

Perempuan bernama lengkap Ina Herawati Rachman, SH. MH ini memang menjunjung tinggi martabat perempuan. Bukan tanpa alasan, ia melakukannya karena pernah mengalami nasib yang sama. Dalam pernikahan pertama dan keduanya, suami memperlakukannya secara tidak adil.

Seiring dengan itu, penindasan dan kekerasan pada perempuan semakin bertambah dari hari ke hari. Penindasan perempuan juga lebih spesifik. Artinya, hanya perempuan yang mengalaminya, atau juga perempuan mengalami lebih banyak ketimbang laki-laki.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa tubuh perempuan merupakan areal perang. Dari sini saja sudah ada konotasi yang merendahkan perempuan. Yang mana sudah sejak zaman dahulu perempuan dikonstruksikan untuk sekadar memerankan diri sebagai alat tukar kepemilikan, alat pemuas, dan alat reproduksi.

Sehingga, dapat dikatakan jika tubuh perempuan hanya dijadikan sebagai kontrol, tindakan, serta objek pemilikan. Tubuh perempuan didomestifikasi, kemampuan kerjanya direduksi, serta dipenjara. Fungsinya pun hanya untuk reproduktif, pemeliharaan, serta pelayanan saja.

Dari ranah yang privat kemudian berkembang ke publik. Semua perempuan mengalami semua maupun satu dari jenis penindasan mulai dari dimarjinalisasi, didiskriminasi, mendapat kekerasan, beban kerja ganda, dijadikan objek seksual, dan menjadi korban paling banyak dari kemiskinan.

Perempuan Indonesia Harus Mandiri

Meski Ina selalu membela perempuan. Namun, ia tidak bisa bekerja sendiri. Perempuan harus bisa memperjuangkan haknya sendiri-sendiri. Cara yang paling mudah adalah dengan menjadi perempuan mandiri.

Perempuan berjiwa sosial tinggi ini mengatakan bahwa perempuan (istri) harus memiliki usaha sendiri. Perempuan juga harus mandiri secara finansial. Prinsip “uang suami adalah uang istri, uang istri adalah uang istri” harus dipegang dengan erat.

Dengan memiliki usaha dan mandiri secara finansial, perempuan otomatis akan lebih dihargai. Tak hanya oleh laki-laki tetapi juga oleh keluarga suami. Jika keluarga dan masyarakat mengetahui bahwa perempuan bekerja, maka ia akan lebih peduli.

Perempuan tidak boleh sedikit-sedikit mengandalkan suami. Perempuan juga tidak perlu gengsi memulai bisnis.

Perjuangan memiliki hak perempuan sepenuhnya masih sangat panjang. Ina yang pada dasarnya berjiwa sosial tinggi serta memiliki karir yang bagus dapat menjadi role model bagi perempuan lainnya. Dengan memiliki kemandirian, maka perempuan dapat menolong perempuan lainnya.

Perubahan memang harus diperjuangkan meski melalui waktu yang lamban. Pertarungan dengan kekuatan negatif pun akan melelahkan. Namun, perempuan tak boleh tunduk dan menyerah. Ina dan perempuan lain di Indonesia harus berdiri di garda terdepan melawan penindasan.

Share Button